Motivasi
Kata
dasar motivasi
adalah “motif” yang mempunyai arti daya upaya yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu. Agar seseorang terdorong untuk melakukan suatu tugasnya
dengan baik dia harus termotivasi. Orang yang sangat termotivasi akan
mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan kerja keras sebaliknya orang yang
tidak termotivasi akan bekerja dengan malas-malasan. Oleh karena itu seorang
manajer dituntut dapat membuat situasi suasana tempat bekerja senyaman mungkin
agar setiap karyawan dapat merasa nyaman dalam bekerja.
A. Pengertian Motivasi
Motivasi
menurut Hasibuan adalah sebagai suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai dan
organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga tercapai keinginan para
pegawai sekaligus tercapainya tujuan organisasi.
Jadi
motivasi dapat disimpulkan menjadi daya pengerak diri yang membuat seseorang
aktif melakukan sesuatu sesuai tujuan yang ingin ditujunya. Motivasi timbul
dikarenakan seseorang memerlukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnnya.
Ada dua factor dorongan pada manusia yang membuatnya termotivasi:
a.
Motivasi finansial, yaitu dorongan yang dikarenakan
kebutuhan financial.
b.
Motivasi nonfinansial, yaitu dorongan yang
dikarenakan kebutuhan pisikologi contohnya pujian.
B. Jenis-Jenis Motivasi
a. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah keinginan
bertindak yang disebsbkan adanya faktor pendorong dari dalam individu. Contoh:
siswa belajar Bahasa Inggris baik lisan atau tulisan, bukan untuk mendapatkan
ijazah atau pujian orang tua.
b. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah materi
yang kebenarannya disebabkan karena penggaruh rangsangan dari luar. Tipe
motivasi ekstrinsik ini mempunyai tujuan utama individu dalam melakukan
kegiatan untuk mencapai tujuan yang terletak di luar aktivitas bekerja atau
tujuan tidak terlibat dalam aktivitas bekerja.
Abraham H. Maslow mengemukakan bahwa
motivasi mempunyai dua hirarki kebutuhan yaitu hirarki kebutuhan rendah (lower order needs) yang terdiri atas :
a.Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa
lapar, haus, istirahat .
· b. Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik
semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual.
· c. Kebutuhan akan kasih sayang (love needs) dan kebutuhan rendah (lower
order need) yang terdiri atas.
Hirarki kebutuhan tinggi (higher
order needs) yang terdiri atas:
· 1. Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya
tercermin dalam berbagai simbol-simbol status;
· 2. Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization), dalam arti
tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat
dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Perlu dipahami bahwa setiap individu adalah unik
adanya merekan memerlukan kebutuhan yang berbeda beda berdasarkan kebutuhannya.
Dari teori yang disampaikan oleh Maslow juga jelas terlihat bahwa setiap manusia tidak hanya
memerlukan kebutuhan yang bersifat materi tetapi juga memerlukan kebutuhan yang
bersifat pskilogikal,
mental, intelektual dan spiritual.
Dengan berjalannya waktu dan
perkembangan organisasi yang pesat teori Maslow mengalami pengoreksian.
Pengkoreksian itu ditujukan pada istilah “hirarki” yang di ubah menjadi “tingkatan”.
Diumpamakan bahwa kebutuhan adalah anak tangga, jadi maksudnya adalah kebutuhan
diawali dari kebutuhan pertama terlebih dahulu lalu bila kebutuhan pertama
sudah bisa dipenuhi kebutuhan akan naik ke kebutuhan kedua dan seterusnya.
2.
Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Teori
kebutuhan berprestasi yang dikemukakan oleh McClelland mengemukakan setiap
manusia mempunyai motivasi yang berbeda beda sesuai dengan kebutuhan berprestasi
orang tersebut. Seperti dituliskan Murray dalam bukunya, contoh kebutuhan
berprestasi adalah melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit,
menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau
ide-ide. Melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen
mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai
standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam
persaingan dengan pihak lain. Dan meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan
bakat secara berhasil.
Tiga
ciri umum orang yang berprestasi tinggi (high achievers) menurut McClelland adalah :
· Menginginkan untuk mengerjakan
tugas-tugas dengan derajat kesulitan tinggi
· Menyukai situasi-situasi di mana
kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena
faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan
· Menginginkan feedback atau masukan
dari hasil pekerjaannya.
3. Teori Clyton Alderfer (Teori
“ERG”)
Teori Alderfer dikenal dengan
akronim “ERG”. Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama
dalam tiga istilah, yaitu:
· E : Existence, kebutuhan akan
eksistensi
· R : Relatedness, kebutuhan ubtuk
berhubungan dengan pihak lain
· G : Growth, kebutuhan akan
pertumbuhan
Dari makna tiga istilah tersebut
tampak dua hal penting. Pertama, secara konseptual terdapat persamaan antara
teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer, karena:
a.
Existence dapat dikatakan identik
dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow (physiological and safety needs).
b.
Relatedness senda dengan hierarki
kebutuhan ketiga dan keempat teori Maslow (love
and esteem needs).
c.
Growt makna sama dengan
hierarki kelima Maslow (self
actualization).
Kedua, teori ERG memiliki elemen
frustasi-regresi. Jika kebutuhan tertentu tidak terpenuhi, individu akan
menjadi frustasi, mundur ke level yang lebih rendah dan mulai mengejar
kebutuhan tersebut sekali lagi. Contoh, seorang pekerja yang termotivasi oleh
uang (eksistensi) baru saja mendapat kenaikan gaji memadai untuk memenuhi
kebutuhan eksistensi. Kemudian dia berupaya membina lebih banyak pertemanan
untuk memenuhi kebutuhan hubungan. Karena sejumlah alasan, dia merasa tidak
mungkin membangun pertemanan/persahabatan lebih baik dengan orang lain di
tempat kerja, dia akan frustasi dan mundur ke belakang serta berusaha
menghasilkan lebih banyak uang.
Terlihat bahwa teori dari Alderfer
hampir sama dengan teori Maslow. Yang
membedakan adalah didalam teori EGR Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis
kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya didapatkannya secara
serentak.
4.
Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Teori
yang dikembangkannya dikenal dengan “Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu
faktor pemuasan (satisfier factors) dan faktor pemeliharaan (hygiene factors).
Menurut
teori ini yang dimaksud faktor pemuasan adalah hal-hal yang bersumber dari diri
seseorang sendiri untuk berprestasi contohnya pekerjaan seseorang, keberhasilan
yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang
lain. Faktor pemeliharaan adalah faktor-faktor yang bersumber dari luar
contohnya status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang dengan atasannya,
hubungan seseorang dengan rekan kerjanya, kebijakan organisasi, sistem
administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan system gaji yang berlaku.
5. Teori Keadilan
Menurut J. Stacy Adams teori ini
timbul dikarenakan adanya keinginan seseorang mendapatkan keadilan dalam
pekerjaannya. Bila seseorang merasa tidak diperlakukan secara adil oleh
perusahaannya maka ia akan termotivasi untuk menghilangkan rasa ketidak
nyamanannya itu. Karyawan akan mulai membanding bandingkan pekerjaan dan
penghasilannya dengan orang lain. Biasanya karyawan membandingkan gaji dan
jadwal liburannya dengan pekerjaan yang telah ia lakukan.
Artinya, apabila seorang karyawan
mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua
kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
- Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
- Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
6.
Teori Penetapan Tujuan (Goal Setting Theory)
Teori
penetapan tujuan menurut Locke adalah karyawan atau pekerja akan sangat
memotivasi apabila dilakukan dan diatur dengan benar. Untuk mendapatkan
keuntunggan dari teori ini maka karyawan, manager dan juga pihak perusahaan
harus bekerja sama merancang tujuan mereka bersama.
7.
Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )
Menurut
teori ini, motivasi merupakan akibat suatu keinginan untuk mencapai sesuatu
yang diinginkan dan perkiraan seseorang itu ia akan mencapai keinginannya itu
dengan baik. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan
tampaknya terbuka untuk memperolehnya, ia akan berupaya mendapatkannya.
Dengan
kata lain teori ini mau mengatakan bahwa seseorang mempunyai harapan yang
sangat besar untuk memperoleh sesuatu maka ia akan sangat terdorong untuk
memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal
yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
8.
Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku
Teori
ini menekankan pada motivasi yang dipengaruhi dari faktor-faktor eksternal. B.
F Skinner mempopulerkan satu konsep yang disebut dengan “operant condition” ini
adalah suatu kondisi dimana suatu perusahaan menenukan sikap berdasarkan
prilaku yang dilakukan karyawan untuk perusahaannya.
Dalam
hal ini berlakulah apa yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan
bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi
yang menguntungkan dirinya dan meninggalkan perilaku yang mengakibatkan
timbulnya konsekwensi yang merugikan.
Contoh
teori penguatan dan modifikasi prilaku yang positif adalah bila seorang akuntan
yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan tepat mendapatkan pujian
dari atasannya. Lalu pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang
dipercepat. Karena akuntan tersebut menyenangi konsekwensi yang ia dapatkan
makan ia akan menggulangi prilaku tersebut lagi. Tidak hanya menggulanginya
saja tetapi mungkin ia akan meningkatkan kemampuan dalam melakukan tugasnya
sehingga nantinya ia berharap akan mendapatkan konsekwensi yang lebih baik
lagi.
Contoh
penguatan dan modifikasi prilaku yang negatif sebaliknya ialah seorang karyawan
yang sering datang terlambat mendapat teguran dari atasannya dan dikenakan
sanksi. Teguran dan sanksi tersebut dijadikan konsekwensi negative karyawan
yang diharapkan akan berpengaruh pada perubahan prilaku karyawan , yaitu
datang tepat waktu di kantor.
9.
Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.
Dengan
berkembangnya organisasi para pakar bersepakat menggabungkan kelebihan dari
setiap teori motivasi menjadi satu. Jad menurut teori ini motivasi seorang
individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal
maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang
mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhaan; (e)
keinginan; (f) kepuasan kerja; (g) prestasi kerja yang dihasilkan.Sedangkan
faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah : (a) jenis
dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c)
organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; (e) sistem
imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.
D.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Motivasi
sebagai proses batin atau proses psikologis yang terjadi pada diri seseorang,
sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Disamping faktor ekstern seperti
lingkungan kerja, pimpinan dan kepemimpinannya, dan sebagainya. Dan faktor
intern yang melekat pada setiap orang atau bawahan, seperti pembawaan, tingkat
pendidikan, pengalaman masa lalu, dan masa depan. Dalam hubungan ini ada
beberapa pandangan atau pendapat :
a. Menurut Lyman Porter dan raymond Miles
, ada tiga faktor utama yang berpengaruh terhadap
motivasi :
·
Ciri-ciri
pribadi seseorang ( individual characteristics )
·
Tingkat dan
jenis pekerjaan ( job characteristics )
·
Lingkungan
kerja ( work situation characteristics )
b. Menurut Douglas Mc. Gregor, yang memperkenalkan teori X dan teori Y.
Berdasarkan teori tersebut ada dua macam asumsi pendekatan terhadap manusia.
Secara garis-garis besar kedua teori tersebut memandang manusia sebagai berikut
:
|
Teori X ( Tradisional )
|
Teori Y ( Potensial )
|
|
1.
Manusia pada dasarnya malas. Mereka memilih untuk tidak mau mengerjakan
apa-apa
2.
Manusia mengerjakan untuk uang dan mengejar status
3.Agar manusia dapat produktif harus ditakuti untuk dipecat atau dihukum.
4. Manusia adalah anak-anak yang tumbuh besar. Mereka tergantung pada
pimpinan
5.
Orang mengharap dan bergantung pada atasan, mereka tidak berpikir unutk
diir mereka sendiri
6.
Orang perlu diperintah, ditunjukan dan dilatih dgn metode yang tepat
7.Orang perlu pengawasan ketat untuk bekerja baik dan menjauhkan kesalahan
8.Orang hanya berminat terhadap kebutuhan sendiri.
9.
Orang perlu instruksi khusus tentang yang harus dikerjkaan.
10. Orang
senang diperlakukan secara hormat
11. Orang pada
hakikatnya terkotak-kotak.
12. Orang sulit
berubah, mereka pilih tinggal pada situasi lama.
13. Kerja adalah
promer dan harus dikerjkaan. Orang dipilih dan dilatih untuk bekerja, Manusia
harus mengabdi pekerjaan
14. Orang
terbentuk karena keturunan. Setelah dewasa mereka merasa statis
15. Orang perlu
diilhami, didorong atau ditarik untuk maju
|
1.
Manusia pada dasarnya aktif. Mereka merumuskan tujuan dan mengejar
cita-cita.
2.
Manusia mengejar kepuasan dalam bekerja, bangga mencapai prestasi, terasa
tantangan baru.
3.Agar manusia produktif, mereka dirangsang untuk mencapai tujuan mereka
sendiri dan tujuan organisasi.
4.Manusia biasanya dewasa salam pemikiran, punya tanggung jawab dan
kemampuan untuk memenuhi diri sendiri dan berdiri sendiri.
5.Orang melihat dan merasa bahwa yang dibutuhkan dapat dicapainya sendiri
6.Orang yang mengerti dan paham apa yanng dikerjakan dapat meningkatkan dan
memperbaiki metode kerja sendiri
7.
Orang perlu pengakuan bahwa mereka dihargai sebab tahu tanggung jawab dan
bisa mengoreksi diri sendiri
8. Orang ingin memberi arti pada hidupnya dengan mengabdi pada masyarakat ,
negara dan bangsa
9.Orang ingin meningkatkan pengertian terhadap yang dilakukan dan
lingkungannya
10.Orang
menghargai terhadap sesamanya
11. Orang pada
hakikatnya terintegrasi antara bekerja dan mengisi waktu senggang
12. Orang pada
hakikatnya jenuh pada hal-hal yang monoton dan rutin, mereka ingin menikmati
pengalaman baru, pada hakikatnya orang itu kreatif
13.Orang ingin
merealisasikan cita-citanya, kerja harus dipolakan diubah dan diabadikan
unutk manusia
14.Orang selalu
tumbuh dan berkembang. Tak pernah terlambat untuk belajar.
15.Orang perlu
diberi kebebasan diberikan semangat diajak dan dibantu unutk maju.
|
E.
Tujuan Motivasi
Motivasi diberikan sebagai upaya
memelihara semangat kerja kariyawan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan
optimal. Motivasi ditunjukan sebagai upaya mendorong dan merangsang pegawai
untuk melakukan kegiatan atautugasnya dengan rasakesadaran.sebagai upaya
motivasi, pemimpin dapat melakukan kegiatan untuk meningkatkan kegairahan,
disiplin, kesejahteraan, perestasi, moral kerja, tangung jawab terhadap
tugas-tugas, produktivitas dan efisiensi pegawai.
· Mengubah prilaku pegawai sesuai
dengan keinginanan pemimpin.
· Meningkatkan kegairahan pegawai.
· Meningkatkan disiplin pegawai.
· Meningkatkan kesejahteraan pegawai.
· Meningkatkan perestasi kerja
pegawai.
· Meningkatkan moral kerja pegawai.
· Meningkatkan rasa tangunggjawab
pegawai rehadap tugas-tugas.
· Meningkatkan produktivitas dan
efisiensi.
· Memperbesar rasa tangungjawab
pegaiwai terhadap perusahaan.
· Memperbesar partisipasipegawai
terhadap perusahaan.
F. Teknik Motivasi
Ialah kemampuan
seseorang atau pemimpin secara konseptual atau pun dengan berbagai sumber daya
dan sarana dalam menciptakan situasi yang memungkinkan timbulnya motivasi pada
setiap bawahan ataupun orang lain untuk berprilaku sesuai dengan tujuan
organisasi.
Salah satu
faktor penting yang ada pada diri seorang pemimpin yang sangat berpengaruh di
dalam memotivasi bawahan, ialah kewibawaan pemimpin. Sehinggga berhasil
tidaknya di dalam memotivasi bawahan juga sangat dipengaruhi bagaimana pemimpin
di dalam menampilkan kewibawaannya terhadap bawahan.
Menurut Strauss dan Sayles, ada lima
macam teknik memotivasi, yaitu :
1. Dengan kekerasan ( The Strong
Approach )
Dalam hal ini pemimpin lebih menekankan wewenang yang dimillikinya. Bnetuk
motivasinya :
·
Pemaksaan orang
untuk bekerja dengan ancaman
·
Pemimpin harus
menyebutkan setiap peraturan, dan sebagainya
2. Bersikap baik ( The be good Approach )
Pemimpin berusaha meningkatkan semangat bawahan dengan memberikan kondisi
kerja ynag baik, berbagai tunjangan, servis, gajih yang tinggi dan sebgainya.
3. Melalui perundingan secara implisit (
Implicit bargaining )
Pada prakteknya melalui persetujuan antara atasan dan bawahan terhadap
hasil keja dengan imbalan yang akan diberikan oleh atasan.
4. Melaui kompetisi ( competition )
Kompetesi merupakan sumber motivasi yang cukup, setiap orang bergantung
pada dirinya sendiri untuk melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin. Gaji, promosi
diberikan kepada mereka yang bekerja sangat baik sehinggga persaingan memenuhi
pemuasan beberapa bentuk kebutuhan.
5. Internalisasi ( Internalized
motivation )
Dalam hal ini perlu diperhatikan :
a. Kepuasan kerja yang internalisasi
b. Pentingnya kepuasan sosial dalam
pekerjaan
c. Gaya kepemimpinan
Daftar Pustaka :
http://syamsuddincoy.blogspot.com/2012/02/v-behaviorurldefaultvmlo_21.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar