KNOWLEDGE MANAJEMEN
A. Definisi
Knowledge
Management (KM) adalah ungkapan yang menggambarkan serangkaian strategi, sistem
dan teknik yang digunakan oleh individu, team dan korporasi untuk mengelola
'knowledge'. Ada berbagai definisi KM dan juga definisi 'knowledge' yang
berkembang namun belum mencapai suatu kesepakatan global.
Pengertian Knowledge Management menurut para ahli antara lain:
Pengertian Knowledge Management menurut para ahli antara lain:
- Menurut Bassi, Knowledge Management is the process of creating, capturing and using knowledge to enhance organizational performance.
- Menurut Blake, Knowledge Management is the process of capturing a company’s collective expertise wherever it resides- in databases, on papers, or in people’s head- and distributing it to wherever it can help produce the biggest payoffs.
- Menurut Koina dalam Siregar (2005) Knowledge Management adalah suatu disiplin yang mempromosikan suatu pendekatan terintegrasi terhadap pengidentifikasian, pengelolaan dan pendistribusian semua asset informasi suatu organisasi. Sedangkan Laudon (2002) Knowledge Management berfungsi meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari lingkungannya dan menggabungkan pengetahuan dalam suatu organisasi untuk menciptakan, mengumpulkan, memelihara dan mendiseminasikan pengetahuan organisasi tersebut. Teknologi informasi memainkan peranan penting dalam manajemen pengetahuan sebagai pemungkin proses bisnis yang bertujuan yang bertujuan untuk menciptakan, menyimpan, memelihara dan mendiseminasikan pengetahuan.
- Menurut Kim yang dikutip Siregar (2005) bahwa pengetahuan adakalanya dikategorikan sebagai terstruktur, tidak terstruktur, eksplisit atau implisit. Jika pengetahuan diorganisasikan dan mudah didiseminasikan disebut pengetahuan terstruktur. Pengetahuan yang tidak terstruktur dan dipahami, tetapi tidak dengan jelas dinyatakan adalah pengetahuan implisit. Pengetahuan implisit juga disebut tacit (dipahami tanpa dikatakan), yaitu keahlian dan pengalaman pekerja yang belum didokumentasikan secara formal Untuk mengkonversi pengetahuan implisit ke dalam pengetahuan eksplisit, pengetahuan tersebut harus diekstraksi dan diformat.
- Davenport dan Prusak (1998) memberikan metode mengubah informasi menjadi pengetahuan melalui kegiatan yang dimulai dengan huruf C: comparation, consequences, connections dan conversation. (Pengertian pengetahuan menurut Davenport dan Prusak adalah knowledge is a fluid mix of framed experience, values, contextual information, and expert insight that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information. It originates and is applied in the minds of knowers. In organizations, it often becomes embedded not only in documents or repositories but also in organizational routines, processes, practices and norms). Davenport dan Prusak mengatakan bahwa pengetahuan adalah campuran fluida dibingkai pengalaman, nilai, informasi kontekstual, dan wawasan ahli yang memberikan kerangka untuk mengevaluasi dan menggabungkan pengalaman-pengalaman baru dan informasi. Itu berasal dan diterapkan dalam pikiran seseorang. Dalam organisasi, sering kali menjadi tertanam bukan hanya dalam dokumen atau repositori tetapi juga dalam organisasi rutinitas, proses, praktik dan norma-norma.
- Menurut Laudon dan Laudon (2004, p64), knowledge management adalah sekumpulan proses yang dikembangkan dalam sebuah organisasi untuk membuat, mengumpulkan, menyimpan, memelihara, dan menyebarkan knowledge.
- Menurut Thompson (2003, p291), knowledge management adalah kegiatan kritikal perusahaan yang memebutuhkan perhatian khusus, keampuan untuk menyebarkan knowledge dan keahlian, dapat meningkatkan efektifitas organisasi.
- Knowledge Management adalah proses kolaboratif dari berfikir, belajar, komunikasi dan eksekusi. Knowledge management merupakan management kolektif dari aset knowledge melalui proses kolaboratif dan budaya sejalan dengan proses bisnis yang akan dibangun, pasar, dan mendukung modal intelektual (anonymous 1).
B.
Peranan
dan Tujuan
Peranan dan tujuan dari knowledge management system adalah sebagai berikut:
Peranan dan tujuan dari knowledge management system adalah sebagai berikut:
1.
Sarana pengumpulan knowledge
Knowledge
management system
berguna sebagai sarana untuk mengumpulkan knowledge bagi organisasi.
Proses pengumpulan knowledge ini dapat berasal dari mana saja dan dapat
pula berbentuk apa saja baik tacit maupun explicit.
2.
Sarana penyebaran knowledge
Knowledge
management system
adalah sarana untuk saling tukar-menukar knowledge yang ada dari satu entitas
ke entitas lain. Juga sebagai sarana transfer knowledge sehingga
masing-masing entitas dapat memiliki knowledge yang sebelumnya dimiliki.
3.
Sarana pengelolaan knowledge
Knowledge
management system juga
beguna sebagai tempat penyimpanan knowledge (dalam bentuk database
misalnya) dan mengelolanya sehingga knowledge yang ada dan telah
tersimpan tidak terbengkalai begitu saja.
4.
Meningkatkan knowledge
Knowledge
management system
juga berguna sebagai sarana meningkatkan knowledge yang ada dengan cara
memilah knowledge mana yang dapat berperan dalam proses upgrading
dari knowledge tiap entitas dalam organisasi.
C. Manfaat
Manfaat
knowledge management dalam sebuah organisasi :
Menurut
Chase International Survey (Widayana, 2005, p.21) ada beberapa manfaat knowledge
management dalam perusahaan, diantaranya adalah:
- Meningkatkan pengambilan keputusan.
Artinya,
denganjelas bahwa setiap kebutusan yang diambil atas dasar informasi dan
pengalaman yang ditinjau dari berbagai aspek. Misal: Knowledge sharing
yang selalu membahas dinamika pasar dan tuntuan kebutuhan pelanggan, membuat
perusahaan selalu berorientasi untuk menjual apa yang benar-benar disukai dan
dibutuhkan oleh pasar.
- Meningkatkan respon terhdapa pelanggan
Selanjutnya,
orientasi dan respon terhadap pelanggan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab
pemasara ndan customer service, namun menjadi bagian dari seluruh organisasi.
- Meningkatkan efisiensi cara kerja dan proses
Efisiensi
cara kerja dan proses yang selalu dievaluasi akan membuat organisasi dapat
bekerja lebih cerdas dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dari waktu
ke waktu.
- Meningkatkan jumlah produk atau jasa, dan meningkatkan kemampuan dalam berinovasi
Selain itu, produk dan jasa yang melebihi
harapan pelanggan dapat lebih mudah dan cepat untuk diciptakan. Maka dari
situlan timbul sebuah inovasi. Inovasi tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab
bagian penelitian dan pengembangan, melainkan semua orang atau kelompok dalam
organisasi.
D.
Konsep
Dasar
Secara umum, knowledge management adalah sebuah proses yang mengkoordinasikan penggunaan informasi, pengetahuan dan pengalaman. Dengan konsep tersebut, berarti ada perbedaan untuk data, informasi dan pengetahuan. Berdasarkan hierarkinya, informasi berasal dari data yang telah diproses sehingga dapat diinterpreasikan14. Pengetahuan adalah hasil dari pengolahan informasi secara lebih lanjut dengan menggunakan metode tertentu. Sedangkan kebijaksanaan (wisdom) lebih kearah pengambilan keputusan dari pengguna pengetahuan.
Menurut Finerty (1997) dalam Akhmad Hidayatno, 2006, knowledge management memiliki ruang ringkup dua lapisan. Lapisan pertama adalah proses (process) meliputi utilization, storing, acquisition, distribution/sharing dan creation. Lapisan kedua meliputi structure, technology, measurement, organizational design, leadership dan culture. Kedua lapisan tersebut terintegrasi membentuk ruang lingkup knowledge management.
Secara umum, knowledge management adalah sebuah proses yang mengkoordinasikan penggunaan informasi, pengetahuan dan pengalaman. Dengan konsep tersebut, berarti ada perbedaan untuk data, informasi dan pengetahuan. Berdasarkan hierarkinya, informasi berasal dari data yang telah diproses sehingga dapat diinterpreasikan14. Pengetahuan adalah hasil dari pengolahan informasi secara lebih lanjut dengan menggunakan metode tertentu. Sedangkan kebijaksanaan (wisdom) lebih kearah pengambilan keputusan dari pengguna pengetahuan.
Menurut Finerty (1997) dalam Akhmad Hidayatno, 2006, knowledge management memiliki ruang ringkup dua lapisan. Lapisan pertama adalah proses (process) meliputi utilization, storing, acquisition, distribution/sharing dan creation. Lapisan kedua meliputi structure, technology, measurement, organizational design, leadership dan culture. Kedua lapisan tersebut terintegrasi membentuk ruang lingkup knowledge management.
Daftar Pustaka:
http://id.wikipedia.org/wiki/Knowledge_management
http://mahesa35e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2011/01/24/knowledge-management/ http://www.putrafajaralam.com/knowledge-management-system.htm http://stevanustanly.wordpress.com/2010/05/26/manfaat-knowledge-management-dalam-sebuah-organisasi/
http://dhwibowo2009.blogspot.com/2010/05/konsep-knowledge-management.html
http://mahesa35e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2011/01/24/knowledge-management/ http://www.putrafajaralam.com/knowledge-management-system.htm http://stevanustanly.wordpress.com/2010/05/26/manfaat-knowledge-management-dalam-sebuah-organisasi/
http://dhwibowo2009.blogspot.com/2010/05/konsep-knowledge-management.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar