Rabu, 25 September 2013

Silabus 4 II

Pengambilan Keputusan Manajerial


 


                                  


  1.       Pendekatan Pengambilan Keputusan
 
Ø  Rasionalitas contohnya : Keputusan yang berhubungan dengan pembiayaan modal usaha memerlukan analisa dan penghitungan keuangan yang cermat. Jika tidak,usaha mungkin akan merugi kerena menanggung beban bunga yang berat.
Ø  Rasionalitas terbatas contohnya : Seorang manajer sering kali puas dengan yang akan memenuhi tujuan mereka secara memadai. atau, kepu­tusan yang satisfice, atau menerima keputusan memuaskan yang mereka temukan pertama kali, bukannya memaksimalkan, atau mencari sampai mereka menemukan kemungkinan keputusan terbaik. Apa yang perlu dipelajari oleh pembuat keputusan efektif adalah mene­rima yang memadai dengan gambaran sasaran organisasi jelas terbayang dalam benaknya.
Ø  Intuisi contohnya : Dalam menentukan partner bisnis,penilaian  karyawan,memilih pendidikan,memutuskan produk baru. Bahkan untuk hal-hal sederhana,intuisi sangat berperan,misalnya saat memilih pakaian apa yang akan digunakan hari ini,buku yang ingin dibaca,sampai warna yang cocok untuk kursi kantor.

 Proses pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman, perasaan, dan penilaian yang terakumulasi. 


 


          2.       Jenis Masalah dan Keputusan

Ø  Terstruktur Baik-Terprogram Contohnya: Seorang manajer pembelian menerima per-mintaan dari bagian akuntansi berupa 100 lemari arsip (masalah rutin terstruktur). Dlm hal ini telah ada prosedur  pengadaan untuk memenuhi permintaan tersebut.  Selain itu, terdapat aturan bahwa jika nilai pembelian di atas Rp 100 juta diperlukan tender, kreteria-nya tidak menyangkut harga saja, tetapi diberikan kebijakan bagi pemasok lemari arsip tsb dengan dukungan pelayanan yang baik.

Ø  Buruk strukturnya-Tidak Terprogram Contohnya :  Strategi pemasaran untuk produk baru, sbgmana yg dialami oleh IBM pada awal tahun 1980-an untuk pertama kalinya memasarkan secara per-sonal komputer/PC yang murah, meskipun pe-rusahaan ini telah lama mempunyai pengalaman memasarkan komputer yang mahal.

            3.       Kondisi Pengambilan Keputusan

Ø  Kepastian Contohnya : Seseorang akan memutuskan membeli baju dengan: corak, ukuran, kualitas, dan harga yang telah di ketahui. Atau Seseorang manager akan mengambil meminjam modal, informasi pendukung berupa : tingkat bunga/persyaratan lain yang telah ada/disediakan.

Ø  Risiko Contohnya : Kasus Pemilik/Penjual Bakso “Senayan” Cabang Yogya hendak memutuskan berapa mangkok bakso yang harus disediakan rata-rata setiap hari agar keuntungan diperoleh maksimum. Jika disediakan terlalu banyak (melebihi jumlah yang diminta) maka ia akan menderita kerugian yaitu rugi/kerugian biaya produksi karena tidak laku. Jika disediakan terlalu sedikit maka ia juga akan menderita kerugian (rugi kesempatan yaitu berupa keuntungan yang menjadi hilang karena pembeli datang tetapi tidak bisa terlayani).

Ø  Ketidakpastian Contohnya : Seorang  Kepala Sekolah membuat keputusan agar setiap hari senin para guru dan tenaga kependidikan wajib datang pada pukul 6.45 untuk mengikuti upacara bendera baik ada kelas maupun tidak ada kelas. Kepala sekolah memberitahu kebijakan tersebut kepada yayasan. Pelaksanaannya di mulai pada hari senin minggu depan. Setelah beberapa minggu telah di laksanakan kebijakan tersebut, kepala sekolah mengevaluasi apakah kebijakan tersebut sudah berjalan dengan baik. Pada akhirnya kepala sekolah akan mendapatkan hasil baik positif atau negatif atas kebijakan tersebut.

        4.      Gaya pengambilan keputusan

Ø  Analitis Contohnya : Seseorang Lebih banyak mempertimbangkan beragam informasi dan alternetif dibandingkan gaya direktif.

Ø  Konseptual Contohnya : Seseorang lebih melibatkan banyak orang untuk memperoleh beragam informasi dan banyak menggunakan intuisi dalam keputusan.

Ø  Perilaku Contohnya : Seseorang lebih cenderung bekerja dengan orang lain dan terbuka dalam pertukaran pendapat

Ø  Mengarahkan Contohnya : Jika sebuah pergeseran perhatian dari alat yang digerakkan tangan ke powerlooms,perubahan penting dalam teknik produksi terjadi.

        5.      Keputusan 

Ø  Memilih alternative terbaik memaksimalkan sekedar mematuhi syarat Contohnya :  Sebuah kursi dapat dianggap sebagai sistem, dimana kursi ini terdiri dari elemen-elemen yaitu berupa kaki, bagian penyangga (tempat duduk, paku-paku dll.) yang saling berhubungan dan memiliki fungsi untuk duduk.

Ø  Melaksanakan Contohnya : memakai helm standar bila kita naik motor karena itu telah menjadi keputusan bersama.

Ø  Mengevaluasi Contohnya : Peristiwa menjual dan membeli di pasar. Kadang kala sebelum kita membeli durian di pasar, sering kali kita membandingkan terlebih dahulu durian yang ada sebelum membelinya. Biasanya kita akan mencium, melihat bentuknya, jenisnya ataupun tampak tangkai yang ada pada durian tersebut untuk mengetahui durian manakah yang baik dan layak dibeli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar