Sejarah
Perkembangan Manajemen
Perkembangan teori menajemen terjadi saat ini
adalah sangatlah pesat. Oleh karena itu , kita harus mempelajari tentang
manajemen mengenai sasaran,dan bagaimana proses perkembangan teori teori
manajemen dan prinsip prinsip manajemen itu sendiri.
Sebelum sejarah yang disebut zaman
manajemen ilmiah muncul , telah menjadi revolusi industry pada abad ke
19 , yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen
yang sistematik. Dan kemudian dibahas dalam teori-teori dan prinsip-prinsip
manajemen dan di uraikan oleh para tokoh dan gagasan mereka.
Perkembangan awal teori manajemen
Ada dua tokoh manajemen ,yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yang akan
dibahas disini, yaitu: Robert Owen dan Charles Babbage
.
Robert Owen ( 1771-1858)
Pada permulaan tahun 1800 an : Robert Owen ,
seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark
Skotlandia.Menekankan penting unsur manusia dalam produksi. Dia membuat
perbaikan - perbaikan dalam kondisi kerja , seperti pengurangan hari kerja
standar,pembatasan anak-anak dibawah umur yang bekerja,membagun perumahan yang
lebih baik bagi karayawan dan mengoperasikan toko perusahaan yang menjual
barang-barang dengan murah.
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen
|
Periode
Waktu
|
Aliran
Manajemen
|
Kontributor
|
|
1870-1930
|
Manajemen
Ilmiah
|
Fedrick
w taylor
Frank
dan Lilian Gilbreth
Henry
Gannt
Harington
Emerson
|
|
1900-1940
|
Teori
Organisasi Klasik
|
Henti
Fayol
Jame
J Mooney
|
|
1930-1940
|
Hubungan
manusiawi
|
Hawthorne
Studies
Eltion
Mayo
Fritz
Roenhlisberger
Hugo
Monsterberg
|
|
1940-
Sekarang
|
Manajemen
Modern
|
Abraham
Maslow Chris Argyris, Douglas Mcgregor, Edgar schien, David Mcclelend, Robert
Blake dan Jane Mauton , Ernest Dale, Peter Drucker dan sebagai nya, serta
ahli - ahli operation research( Management science)
|
Charles Babbage
(1792-1871 )
Charles Babbge,seorang
profeaor matematika dari inggris,mencurahkan banyak wktunya untuk membuat
operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien.Babbge adalah pengajur pertama
prinsip pembagian kerja melalui spesifikasinya.
1. MANAJEMEN ILMIAH
Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris
disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam
bukunya yg berjudul Principles of Scientific Management pd tahun 1911. Dalam
bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adl “penggunaan metode ilmiah
ukt menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan sesuatu pekerjaan.” Beberapa
penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sbg tahun
lahirya teori manajemen modern.
2. TEORI ORGANISASI KLASIK
Henri Fayol, seorang
industrialis prancis,mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai
pedoman bagi pengelolaan oeganisasi – organisasi yang komplek dalam bukunya
yang terkenal,administration industrielle et generale(administrasi industrsi
dan umum). Dalam teori administrasinya dia memerincikan manajemen menjadi lima
unsur , yaitu: Perencanaan, pengorganisasian , Pemberian perintah,
Pengkordinasian, Pengawasan.
3. ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI
Aliran hubungan manusiawi (prilaku manusia
atau Neoklasik) muncul karena ketidak- puasan bahwa yang dikemukakan pendekatan
klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efesiansi produksi dan keharmonisan
kerja.Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustrasi karena
karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola prilaku yang rasional.
4. ALIRAN MANAJEMEN MODERN
Masa manajemen modern berkembang melalui dua
jalur yang berbeda.Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan
manusiawi yang dikenal sebagai prilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas
dasar manajemen ilmiah,dikenal sbg aliran kuantitatif (operation research
dan management science atau manajemen operasi )
Tokoh-Tokoh Manajemen
1.
Robert
Owen (1771 -1858)
Robert
Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan anak-anak usia
5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. Tersentuh dengan kondisi
kerja yang amat menyedihkan itu, beliau mengajukan adanya perbaikan temadap
kondisi kerja ini.
Pada
tahun-tahun awal revolusi industri, ketika para pekerja dianggap instrumen yang
tidak berdaya, Owen melihat rneningkatkan kondisi kerja di pabrik, rnenaikkan
usia minimum kerja bagi anak-anak, mengurangi jam kerja karyawan, menyediakan
makanan bagi karyawan pabrik, mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan
hidup karyawan dengan harga yang layak, dan berusaha memperbaiki lingkungan
hidup tempat karyawan tinggal, dengan membangun rumah-rumah dan membuat jalan,
sehingga lingkungan hidup dan pabrik rnenjadi menarik. Sebab itu, beliau
disebut “Bapak Personal Manajemen Modem”. Selain itu, Owen lebih banyak memperhatikan
pekerja, karena menurutnya, investasi yang penting bagi manajer adalah sumber
daya manusia. Selain mengenai perbaikan kondisi kerja, beliau juga rnembuat
prosedur untuk meningkatkan produktivitas, seperti prosedur penilaian kerja dan
bersaing juga secara terbuka.
2.
Charles
Babbage (1792 -1871)
Charles
Babbage adalah seorang guru besar matematika yang tertarik pada usaha penilaian
efisiensi pada operasional suatu pabrik, dengan menerapkan prinsip-prinsip
ilmiah agar terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan biaya. Beliau
pertarna kali mengusulkan adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi
pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan tertentu, sehingga pekerjaan dibuat
rutin dan lebih mudah dapat dikendalikan dengan alat kalkulator. Babbage
merupakan penemu kalkulator mekanis pada tahun 1822, yang disebut “rnesin
penambah dan pengurang (Difference Machine)”, Prinsip-prinsip
dasamya digunakan pada mesin-mesin hitung hampir seabad kemudian. Pada tahun
1833 beliau menyusun sebuah Mesin analitis (Analysical Machine), yaitu sebuah
komputer otomatis dan merupakan dasar komputer modern, sehingga beliau sering
dinamakan Bapak Komputer”.
3.
Frederick
W. Taylor (1856 -1915)
Frederick
W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan
produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor
membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang terkenal
dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan
produktivitas, mutu,
pendapatan
pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Adapun filsafat Taylor memiliki 4
prinsip yang ditetapkan yaitu :
1.
Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.
2.
Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang cocok
untuk satu pekerjaan.
3.
Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.
4.
Kerjasama yang baik antara manajernen dengan pekerja.
4.
HenryL
Gant (1861 -1919)
Sumbangan
Henay L. Grant yang terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk
para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem “Charting” yang terkenal dengan
“Gant Chart”. Ia menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal
balik antara manajernen dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis.
Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggarisbawahi
pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak
karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah
manajemen.
Metodenya
yang terkenal adalah rnetode grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan
memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang lebih baik. Dengan rnenekankan
pentingnya waktu maupun biaya dalam merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan.
Hal ini yang menghasilkan terciptanya “Gantt Chart” yang terkenal tersebut.
Teknik ini pelopor teknikteknik modern seperti PERT (Program Evaluation and
Review Techique).
5.
Oliver
Sheldon (1894 -1951)
Filsafat
rnanajemen yang pertama kali ditulis dalam bukunya pada tahun 1923, yang
menekankan tentang adanya tanggung jawab sosial dalam dunia , usaha, sehingga
etika sarna pentingnya dengan ekonomi alam manajemen, dalam arti melakukan
pelayanan barang dan jasa yang tepat dengan harga yang wajar kepada masyarakat.
Manajemen juga harus memperlakukan pekerja dengan adil dan jujur. Beliau
menggabungkan nilai-nilai efisiensi manajemen ilmiah dengan etika pelayanan
kepada masyarakat. Ada 3 prinsip dari Oliver, yaitu :
a.
Kebijakan, keadaan dan metoda industri haruslah sejalan dengan kesejahteraan
masyarakat.
b.
Manajemen seharusnyalah mampu menafsirkan sangsi moral tertinggi masyarakat
sebagai keseluruhan yang memberi makna praktis terhadap gagasan keadilan sosial
yang diterima tanpa prasangka oleh masyarakat.
c.
Manajemen dapat mengambil prakarsa guna meningkatkan standar etika yang umum
dan konsep keadilan sosial.
Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli :
1. Don
Hellriegel dan John W. Slocum, Jr (1992)
Planning, Organizing, Leading, Controlling
(POLC)
2. Lyndall
F. Urwick (1974)
Forecasting, Planning, Organizing,
Coordinating, Command, Control (FPOCCC)
3. Harold
Koontz dan Heinz Weihrich (1993)
Planning, Organizing, Staffing, Leading,
Controlling (POSLC)
Berikut adalah penjelasan dari fungsi-fungsi manajemen
menurut Harold Koontz dan Heinz Weihrich:
A.
Planning
Penetapan sejumlah
pekerjaan yang akan dilaksanakan kemudian. Perencanaan merupakan aktivitas
untuk memilih dan menghubungkan fakta serta aktivitas membuat rencana mengenai
kegiatan-kegitan apa yang akan dilakukan di masa depan. Maka seorang manajer
dituntut untuk dapat membuat rencana terlebih dahulu tentang kegiatan yang akan
dilakukan. Proses perencanaan sangat penting dilaksanakan sebagai pedoman atau
pegangan dalam pengerjaan aktivitas selanjutnya. Adapun beberapa aktivitas
perencanaan adalah peramalan, pengembangan tujuan-tujuan, pengembangan
strategi-strategi, pemrograman, penjadwalan, penganggaran, pengembangan
kebijakan-kebijakan, dan pengembangan prosedur-prosedur.
B.
Organizing
Pengorganisasian adalah
usaha yang dilakukan untuk menciptakan hubungan kerja antar personal dalam
organisasi dengan cara mengelompokan orang-orang beserta penetapan tugas-tugas,
fungsi-fungsi, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing agar tercapainya
tujuan bersama melalui aktivitas-aktivitas yang berdaya dan berhasil guna
karena dilakukan secara efektif dan efisien.
C.
Staffing
Penyusunan kepegawaian pada
suatu organisasi dari awal masa penerimaan, seleksi, orientasi, pelatihan dan
pengembangan karir hingga menggerakan pegawai agar setiap tenaga kerja yang ada
memberikan dan melaksanakan suatu kegiatan yang menguntungkan organisasi.
D.
Leading
Kegitan yang berhubungan
dengan pemberian perintah dan saran agar para bawahan dapat mengerjakan tugas
yang dikehendaki manajer. Kegiatannya meliputi mengambil keputusan, mengadakan
komunikasi antara manajer dan bawahan agar ada rasa saling pengertian,
memberikan semangat, motivasi ataupun dorongan kepada bawahan dalam melaksanakan
tugasnya, memilih orang-oramg yang mempunyai kemampuan untuk bergabung dalam
kelompoknya, dan memperbaiki pengetahuan serta sikap bawahan agar terampil
dalam mengerjakan pekerjaan.
E.
Controlling
Melalui aktivitas
pengendalian, manajer harus mengevaluasi dan menilai pekerjaan-pekerjaan yang
dilakukan bawahannya untuk mengetahui apakah pekerjaan dilakukan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan atau tidak. Pengendalian tidaklah bermaksud untuk
mencari kesalahan bawahan. Namun pengendalian dilakukan bertujuan untuk mencari
penyimpangan yang terjadi sehingga dapat dilakukan perbaikan kea rah yang lebih
baik.
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar